Sebagian santri mungkin merasa kewalahan untuk memahami tentang isim, baik pengertiannya maupun pembagiannya. Hal tersebut bisa jadi karena definisi yang terlalu panjang atau sebaliknya penjabaran yang belum sempurna. Oleh karena itu kami menyajikan di artikel ini penjelasan-penjelasan simpelbdan mudah dipahami tentang isim, ciri-cirinya dan pembagiannya. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua baik di dunia yang fana ini maupun akhirat yang abadi. Selamat membaca!
A. Pengertian Isim
Syaikh Athif Fadhl Muhammad mendefinisikan bahwa isim adalah kata yang menunjukkan atas makna pada diri sendiri dan tidak diiringi dengan keterangan waktu (Muhammad, 2013: 27. Ada juga ulama yang mendefinisikan bahwa isim itu adalah sebuah kata yang menunjukkan atas nama manusia, hewan, tumbuhan, benda mati atau sesuatu yang lain. Dari dua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa isim maksudnya adalah kata benda. Dalam bahasa Indonesia setara dengan kata benda.
B. Ciri-ciri Isim
Ciri-ciri isim banyak sekali dalam kitab-kitab nahwu karya ulama, baik yang salafi maupun kontemporer. Di antara mereka ada yg mengatakan bahwa ciri-ciri isim itu ada empat, lima, tujuh, empat puluh, bahkan ada yang mengatakan seratus. Dari sekian banyak ciri-ciri tersebut, ada beberapa ciri-ciri yang paling penting untuk diketahui. Ciri-ciri tersebut antara lain:
1. Huruf terakhirnya berbaris bawah
Apabila dijumpai sebuah kata yang huruf terakhirnya berbaris bawah, maka kemungkinan besar kata tersebut adalah isim atau kata benda, baik baris bawahnya tersebut dengan tanda kasrah, ataupun yang lainnya, baik baris bawahnya dengan sebab huruf jar ataupun yang lainnya. Contoh:
بسم الله الرحمن الرحيم
2. Huruf terakhirnya bertanwin.
Apabila kita menjumpai ada kata yang huruf terakhirnya bertanwin, maka bisa dipastikan bahwa kata tersebut adalah isim, baik isim tersebut berupa dhammatain (baris dua dapan), fathatain (baris dua atas), maupun kasratain (baris dua bawah).
Contoh:
قام زيدٌ
3. Diawali dengan alif lam
Apabila suatu kata diawali dengan alif lam, maka dapat dipastikan bahwa kata tersebut adalah isim, karena alif lam tidak bisa melekat pada kata selain isim.
Contoh:
بسم الله الرحمن الرحيم
4. Dimasuki oleh huruf jar.
Huruf jar adalah huruf yang berfungsi membarisbawahkan isim. Apabila suatu kata dimasuki oleh huruf jar maka dapat dipastikan bahwa kata tersebut adalah isim. Dalam kitab-kitab nahwu, jumlah huruf jar yang disenutkan sangat beragam. Di antara mereka ada yang menyebutkan bahwa huruf jar ada 12, 20 dan lain sebagainya. Dari sekian banyak jumlah huruf jar yang ada, kita paling tidak mengetahui beberapa saja antara lain:
من والى وعن وعلى وفي ورب والباء والكاف والام وحروف القسم وهي الواو والباء والتاء
Contoh:
اسكن في البيت


0 Komentar