Mempelajari ilmu Nahwu adalah hal yang wajib dilakukan bagi setiap orang yang ingin bisa membaca kitab gundul (kitab arab tanpa harakat), demikian juga dengan ilmu Sharaf. Oleh karena itu, kedua ilmu ini dianggap sebagai induk ilmu pengetahuan, Ilmu Nahwu sebagai Bapaknya ilmu dan ilmu Sharaf sebagai ibunya. Dalam syair ulama' dikatakan:

النَّحْوُ يَا فَتٰى أَبُو الْعُلُوْمِ # وَالصَّرْفُ أُمُّهَا لَدٰى الْعُمُُِومِ
فَزَوِّجَنْهُمَا عَلَى اسْتِعْجَالِ # لِيُنْتَجٰى بِأَنْجَبِ الْأَنْجَالِ

Artinya:
Wahai pemuda, ilmu Nahwu adalah Bapaknya Ilmu pengetahuan
Dan ilmu sharaf adalah Ibunya

Maka nikahkanlah keduanya dengan segera
Supaya terlahir anak-anak yang cerdas.

Syair ini mengandung makna pentingnya ilmu Nahwu dan Sharaf. Apabila keduanya dinikakan (dikuasai), maka akan terlahir anak-anak yang cerdas (pemahaman-pemahaman dalam ilmu-ilmu yang lain juga).